Kami segera bangkit dan pergi buang air kecil. Walaupun dilapisi baju yang terbuat dari kaos, namun tubuh kami seolah bersentuhan langsung tanpa pelapis, sebab terasa sekali panasnya suhu badan Nidar, nafasnya kurang teratur lagi. Bokepindoh Kita ini berada di tengah-tengah orang banyak, nanti sikap kita ketahuan, kan malu jadinya” kataku mencoba mengingatkan. Usianya bari sekitar 18 tahun, dengan tinggi badan 165 cm, tubuhnya agak langsing, putih mulus dengan rambut tidak terlalu panjang. Entah, mungkin sengaja karena ia menunggu kedatanganku. Kucoba meletakkan tangan kananku ke atas pahanya, namun ia diam, lalu kusandarkan sedikit tubuhku ke tubuhnya, tapi ia masih tetap diam. Entah ini pertanda ujian atau keuntungan buatku, tapi yang jelas Nidar nampaknya gembira dan sedikit tersenyum memandangiku.“Dar, aku pulang saja, nanti hujannya lama dan tambah keras, temanku bisa khawatirkan diriku” kataku mengujinya.




















