Mama Sarah mendekat ke arahku duduk.“Dan yang lebih parah, ejakulasimu cepat sekali…” kata Mama Surya sambil menatap wajahku dengan pandangan iba. Karena hal itu terlihat dari lingkaran hitam yang muncul pada kedua mata mereka.“Surya, kamu sama sekali tak menghargai keberadaan kami disini….” Ucap Papa Sarah padaku.“Iya nak… Mama merasa seperti di hutan rimba mendengar Sarah berteriak-teriak kesetanan seperti itu…” tambah ibu Sarah lagi.“Walau kalian sudah menikah, bukan berarti kalian bisa melakukan percintaan itu secara brutal seperti semalam…”“Iya pak…maaf…” jawabku sambil mengangguk-angguk pasrah.Aku tak mungkin memberitahukan ke mereka jika semalam bukan aku yang menyetubuhi putri kesayangan mereka, melainkan selingkuhannya, Markus. Bokepindo Titit Papa Sarah ketika lemas aja tak sekecil tititmu ketika ereksi…” tambah Mama Sarah sambil menggoyang-goyangkan batang penisku yang sudah mengecil lemas.“….” Lagi-lagi, mendengar ucapan Mama Sarah, aku hanya bisa terdiam.




















