teruss.. Apalagi ini..” godanya sambil memelintir putingku yang makin mencuat dan tegang.“Ahh.., Om.. Bokepindoh Om… Om Andiiii” ini ada tititpan dari ayah, sementara ayahku yang biasa sendiri untuk bertemu dengan om Andi kali ini aku diminta bantuannya untuk menghantaqrkan laporan ke Om andi, sebab saat ini ayahku sedang rapat diluar kota dan tidak bisa diwakilkan,Tak lama kemudian datanglah pembantu yang menghampiriku, katanya “Bp. puterr..!” rintihku dan Om Andi serta merta meremas putingku lebih keras lagi dan tangan satunya bergerak mencari klitorisku.Kedua tanganku berpegang pada ujung meja dan kepalaku menoleh ke belakang melihat Om Andi yang sedang merem melek keenakan. iyaa.. udah Om..!” kataku lirih.Dia pun menoleh ke atas memandang wajahku dan bukannya menjauh malah meletakkan kain lap tadi di sampingku dan mendekatkan kembali wajahnya ke wajahku dan tersenyum sambil mengelus rambutku.“Kamu cantik,










