Di tengah obrolan tadi dia masih ingin melanjutkan perjalanan seandainya hujan berhenti, walau kutawarkan juga untuk bermalam.“Aku dah ngantuk nih, aku tidur duluan yah. Bokepindo Kudorong kembali dia kembali menggenggam erat. Dengan tersenyum aku melepaskan sarungku dan di dekat tempat tidur, aku memandangi kontolku yang telah lemas setelah dua ronde menembakkan peluru cairnya. Dia menggarukkan bulu jenggotnya yang kasar ke tengkukku. “Iya, aku masih ingin merasakanya, tapi aku harus pergi dulu” katanya sambil melepas pelukan. Uang pesangonku sendiri, tergolong lumayan besar. Seiring dengan lenguhannya di mulutku, aku merasakan lahar panas membasahi pusar dan kontolku. Sampai akhirnya kontolku amblas bersarang di anusnya. Kalo nanti hujannya dah reda masih mau jalan bangunkan aja aku.

