“Boleh, lagian besok libur kantor, nganggur,” kataku.Sambil makan aku memperhatikan Erika yang tak kalah cantik dibanding Nani, tingginya sekitar 160 cm, dadanya sekitar 34, kulitnya coklat, pinggulnya agak kecil (lumayan). “Eh.. Bokepindoh kok tahu?” sahutku. “Kan antri non,” kata Erika. “Menghina ya,” kata Budi. Ketika aku sampai di depan pintu kamar seorang cewek cantik berusia sekitar 18 tahun menghampiriku dan bertanya,
“Mau sama Mbak Putri ya Mas?” tanyanya. Mas.. “Oh, Mas Choly..” kata Nani. “Sama pacar?” tanyaku lagi. ah.. Sesampainya di sana aku agak bingung, karena begitu banyak kuda dan buaya yang parkir. Selang agak lama berbincang-bincang Erika mulai meraba-raba dadaku dan memberikan ciuman kecil pada pentilku.




















