Mengambil sebuah kaos merah menyala dari manekin yang berdiri pada urutan terdepan, serta celana jeans hitam yang terlipat rapi diatas meja kayu berdesain classy disampingnya. Aku cuma butuh kamu,” aku tersenyum lebar, lalu memeluk tubuhnya erat-erat, menekan hidungnya yang memerah karna kedinginan.“Iiiih apaan sih, gak jelas banget gombalannya,” Sava coba menjauhkan tubuhku, tapi sepertinya gak niat deh karna dorongan tangannya terasa sangat lemah, atau rasa cintaku yang terlalu kuat padanya hingga dia gak mampu melepaskan jerat benang-benang kasihku ini.Dalam sekian detik waktu berhenti, terjadi keheningan diantara gemerincik air hujan di luar sana. Bokep kamu seperti gak asing buat aku.”Aku tersenyum getir, hatiku terasa teraduk-aduk oleh berbagai macam perasaan, “aku bukan siapa-siapa kok.”“Kamu dari tadi memperhatikan aku kan dari luar toko, gak tau kenapa perasaanku sangat sesak melihat kamu menatapku seperti ini,” dahi




















