‘Jangan-jangan si Eddy homo juga, kayak gue,’ pikirku.Singkat kata, kami berada di rumahnya. Bokepindo Sementara orang yang dingentot, tidak mendapat kepuasan penuh lantaran kontolnya selalu ditarik keluar.“AARRGGH!!” erangku lagi saat kontolnya menghujam masuk untuk yang kesekian kalinya. Pejuhnya tersembur ke badanku. Tapi apa yang akan kami teliti?“Aku tahu,” jawabku. Mulai menunjukkan warna aslinya sebagai homoseksual, Eddy pun meraih kontolku. Paling tidak, saya harus mencoba menggodanya dulu.“Punya mikroskop enggak?”Singkat kata, kami berdua kini duduk di meja belajar Eddy, dengan sebuah mikroskop, lengkap dengan kaca preparat-nya. Sebagai juara I, kami diundang untuk memperagakan penelitian kami. Mulai menunjukkan warna aslinya sebagai homoseksual, Eddy pun meraih kontolku. Daripada proyek kita keteter, bendingan gue yang berinisiatif duluan,” jawabku.Kali ini, Eddy mulai terlihat tenang.




















