Sebetulnya saya ditawari Pak Fahri untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. “Luar biasa!” mengatakan demikian sambil menggelengkan kepalanya.Atau ada yang menganggukkan kepala, “Biasa!”. Bokepindoh Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata.Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Fahri ini. Belum sampai dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan,“Dik Yuda, Mbak Santi dicium dulu yach!”
“Ach enggak Mbak jangan.”
“Lho kenapa? Ujungnya seperti ujung bambu runcing, lebih panjang bagian bawah. Pelukan saya lepaskan.Dia mulai mencium lembut pipi saya, turun ke dagu, lalu dada, di antara kedua buah dada saya. “Ya entahlah”, jawab saya. Saya hanya mengenakan gaun malam tipis dengan celana dalam dan BH yang siap dilepas. Dia menurut. Lalu dia bertanya siapa bapaknya.




















