“Tak.., tak ada apa-apa, sahut Lidya sembari merapihkan pakaiannya.Aku bangkit dan duduk di sisi pembaringan. Bokepindo Tiba-tiba saja Lidya. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah. Namun aku tak suka kalo dikeloni Bapak. “Cium dan peluk aku..”, bisik Lidya.Aku berusaha untuk menuruti semua keinginannya. Waktu itu aku benar-benar bodoh dan tak tahu apa-apa karena polos. Aku benci dgn semua orang yg bahagia melihat Mbak Indira diambil orang lain. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Entah kenapa, mungkin badan Bapak besar dan tangannya ditumbuhi rambut-rambut halus yg cukup lebat.Padahal Bapak paling sayang padaku. Namun nggak mau dirayakan. Aku ingin mengangkatnya, namun Lidya malah menekan dan terus membenamkan wajahku ke tengah dadanya. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan. “Aku mencintaimu”, sahut Lidya




















