Saat itu aku duduk di depan TV, pura-pura menonton TV. Bokepindoh Sambil memandangku dengan senyum manis. Tapi yang sedang kuhadapi ini ibu tiriku sendiri, sehingga ia benar-benar memiliki nilai plus bagi jiwaku. Lalu katanya lagi, Kamu punya jauh lebih besar daripada punya papamu, Ton…oh iya…almarhum ibumu kan orang Arab ya?Aku tidak menyahut. Apakah dia juga mengharapkanku? Yang jelas, sejak Mbak Ning gak ada, aku jadi pemurung, baik di rumah maupun di sekolah. Terkadang kuselusupkan jari tengahku ke dalam liang memeknya yang hangat dan mulai basah.Ah…sungguh tak kuduga bahwa aku akan mendapatkan kesempatan seperti ini.Gilanya, disaat aku asyik memainkan memek ibu tiriku, tampaknya ia pun tidak mau berdiam pasif. Sebelum dia pulang, masih sempat ia memberikan sepucuk surat padaku yang isinya,Den Toni yang baik,Maafkan saya ya, karena saya diam-diam merahasiakan bahwa selama ini




















