Saya masukkan kemaluan saya secara perlahan dan pasti, langsung saya pompa turun naik. Bokepindoh Enak yaa..” tanyaku ditelinganya perlahan. Sayyaa.. Memang saya pernah meminta agar Mia mau menyediakan minuman tersebut setiap pagi. Isteriku keluar kamar dan menghampiri si Mia, dibawanya Mia masuk kamar. “Iya Pak..” jawabnya malu. Hari sudah malam, gimana kalau besok pagi aja..?!” seruku memohon. “Saya tidak mau punya mantu yang cocok jadi Ayahnya anak saya..” katanya lagi.“Jadi mau Bapak gimana..?” tanyaku. “O.. “Kangeenn..” manjanya sambil mukanya dibikin sedih. “Cepeet..” rengeknya lagi. Sakiit..” manjanya sambil memegang hidungnya yang tidak apa-apa.Saya mulai memompa turun naik agak cepat, karena saya juga sudah capai dan pegal.













