Rasanya aku ingin sekali utk membantu ayah, mencari uang.Tp apalah daya aku hanya lulusan sekolah menengah, namun begitu aku mencoba utk melamar kerja di perusahaan yg ada di kota Manado. Akhirnya aku berbalik, kuraih penisnya kuremas dan kukocok-kocok, sampai kumainkan biji pelirnya yg licin.Sang Kapten mendesah-desah,“Ooohh.. Bokepindo tahan sebentar.. “Ooohhh.. aku tak pernah merasakan betapa enaknya.. aaaggghh..”“Aku mau keluar Kapten,” ujarku memberi tahu Kapten Jack.“Tahan Sayang.. Aku hanya terdiam,“Siapa namamu, Sayang?” bisiknya mesra.“Reni..” jawabku lirih.Aku tdk berusaha berontak, karena aku ingat akan janjiku tadi. aku sdh tak tahan Kapten..” desisku.“Tahan Sayang.. oooggghh.. Tp sial, angkutan yg menuju pelabuhan begitu terlambat, pada waktu itu jam sdh menunjuk pukul 18:45.Waktuku hanya lima belas menit.




















