OKSN-292 And My Submissive Mother-In-Law
Hening sejenak.“Maaf”, katanya,”Aku tidak bermaksud mencari tahu”, lanjutnya dengan rasa bersalah.Pokok pembicaraan beralih ke anak-anak, ke sekolah, ke pekerjaan dan sebagainya. Bokepindoh Ia menjulurkan tangannya minta digendong. Balasannya juga luar biasa.Dinding-dinding lubang kemaluannya berusaha menggenggam batang kemaluanku. Kemaluanku tergolong besar dan panjang. Datang saja jam tiga-an.”Pembantu itu mengangguk sopan dan berlalu.“Ayo minum. Bukan hal yang mudah. Sejenak aku diam menikmati sensasi yang luar biasa ini. Ia lalu mengajakku mandi. Senjata kebanggaanku inilah yang pernah menjadi kesukaan dan kebanggaan isteriku. Aku mengerang-ngerang nikmat. Apalagi aku sebetulnya sudah lama ingin menikmati tubuh seorang wanita.Tapi apakah ia mau menerimaku?. Pahanya semakin lebar mengangkang. Rambutnya yang panjang sampai di punggungnya dibiarkan tergerai. Pinggulnya bundar indah digantungi oleh dua bongkahan pantat yang besar.“Kok bengong”, katanya tersenyum-senyum,”Ayo minum di sana”, ajaknya.Seperti kerbau dicocok hidungnya aku menurut saja.




















