Sudah tak bisa ia tahan, sudah cukup ia di siksa.“Rysh!” panggil Luzia dengan suara parau, ia sudah berteriak sangat banyak hari ini, tenggorokannya terasa sakit.Entah sudah berapa lama ia terpasung, Rysh yang ia nantikan belum juga kembali dan membuatnya sangat kesal. Bokep Beberapa menit, Rysh kini menutup matanya dengan kain hitam. Pria itu menjambak rambut Luzia, lalu memaju mundurkan kepala wanita itu dengan teratur.Luzia yang mendapat perlakuan demikian tak bisa melawan, ia mengulum kejantanan Rysh dan memanjakan benda tumpul yang akan memuaskannya. Aah aku, aku sangat mencintaimu!” tegas Luzia. Tidak ada yang ingin ia sia-siakan malam ini, hadiah besar yang kini ada di depannya benar-benar menggoda.Luzia mendesah, ia merasakan bibir Rysh kini mengulum putingnya. Aku ingin pergi, ini sangat menyiksa!”“Berbicaralah dengan lembut,” ujar Rysh. Aku mohon!” tegas Luzia.Bukannya mengabulkan keinginan Luzia, Rysh




















