Aku menurut saja. Bokepindo Aku tidak malu-malu dan canggung beli sayuran, malah Bu Salamun, yang jual sayur heran, Mbok, nyuruh pembantunya, to cah bagus. Meskipun aku di rumah Om Yanto, tetapi aku selalu mengawasi keadaan rumah. Aku khawatir Mbak Narsih cerita kalau aku menyeboki dia. Di kulumnya bibirku. Dibelai-belainya helmku dengan lebut. Dik Kun saya nilai anak yang baik, lho. Kamar tidur, kamar tamu dan dapur. Aduuuh, tugas berat nih, keluhku dalam hati membayangkan kotoran yang baunya saja sudah begitu menyengat. Memang kucing putih punya tetangga sudah dua kali membongkar tudung saji di meja makan. Mbak Narsih jongkok di WC, pintu kututup.




















