Pak Yoga melepaskan jaket cardigan pinknya suster Farah sehingga tinggal baju seragam perawatnya yang terlihat.Lama-lama perlawanan suster Farah melemah, sentuhan-sentuhan pada daerah sensitifnya telah meruntuhkan pertahanannya. Tangan dokter Yoga menjelajah semakin dalam, dibelainya paha dalam gadis itu hingga menyentuh selangkangannya yang masih tertutup celana dalam. Bokep “Satu…” suster itu mulai menghitung namun orang itu malah makin kurang ajar, dan tangannya makin nakal menggerayangi paha yang indah itu, “dua…!” suaranya makin serius.Entah mengapa suster itu tidak langsung beranjak pergi atau berteriak saja ketika dilecehkan seperti itu. Pak Yoga mempreteli kancing baju atasnya yang tersisa, lalu bra itu disingkapnya ke atas. Hebat Dokter Yoga! Hening sekali suasana di sana, bunyi yang terdengar hanya bunyi rintik hujan, angin.




















