Kubawa ia ke ruang olahraga sekolah, tempat dimana kita biasa latihan cheerleaders.Sherry menangis karena bentakan dari aku, Manda dan Lea, ia terlihat ketakutan, tetapi kami terus menekannya secara psikologis, sampai ia menagis.“Sherry salah apa Kak?” ia menangis terisak-isak.“Lo baru masuk sekolah 2 bulan aja udah banyak lagak, lo mau nyaingin kita-kita yang senior? Semakin lama semakin kupercepat gesekkan vaginaku, sambil kulihat wajah Sherry yang cantik itu dengan nafas memburu, membuatku kian terangsang. Bokep Mau lebih cepat?”“Jangan Pak, tolong!!” Sherry memohon.Tejo tidak mempedulikan permohonan Sherry, Jarinya keluar masuk vagina Sherry dengan cepat.“Ahh.. Terus lo bisa jadi bintang porno terbaru dan terkenal, he..










