DI situ aku merebahkan diri. Bokepindo Pekerjaanku selalu numpuk di kantor. tanyanya.Dia tidur di rumah neneknya yang udah kangen berat, sahutku sambil duduk di samping Santos dengan otak berputar-putar mencari celah untuk memulai seperti yang disarankan oleh suamiku.Ooo…pantesan sepi, gumamnya ketika aku sedang menatapnya dengan senyum manis.Iya sepi, sahutku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya, Makanya kedatangan Santos membuatku seneng sekarang ini.Iya Mbak, sahut Santos dengan sikap bingung.Rasanya sekaranglah aku harus berterus terang, bisikku di dekat telinga lelaki yang lebih muda dariku itu. Kamu temani dia di atas, sementara aku akan sengaja melambatkan pulang dari kantor.Entah kenapa, saran dari suamiku itu cukup menarik. Padahal dia tampan kan ?Terus…Mas mau jodohin dia dengan salah satu keluarga, gitu ?Bukan…bukan begitu. Main catur pun di rumah saja, tak perlu ngeluyur ke mana-mana.




















