Dan selesai.Tak lama, aku mendapat e-mail. Keduanya mneyodok dengan kasar. Bokep Tunggu proses mempercantik diri aku selesai, baru aku layani kamu, ya sayang.”“Tapi sayang…”Belum selesai suamiku bicara, aku membawa bayiku ke kamar, meninggalkan suamiku sendirian di ruang keluarga. Ini sungguh nikmat. Dan kalau ibu memerlukan saya, bisa telepon resepsionis dengan menekan nomor nol di telepon di lorong. Ada dua orang, yang pirang dan yang berambut hitam.Mereka sedang menyiapkan minyak dan masker. Mereka melanjutkan dengan kedua lenganku.“Ibu sebenarnya cantik kok. 2 orang pula-, batinku.Aku tersontak kaget dan menutupi susu dan anakku yang masih menyusu dengan handuk.“Permisi ibu, kami berdua yang akan memijat ibu. Jangan!”Ia tak membalas omonganku. Ciumannya sungguh ganas. Pemberitahuan bahwa nanti akan ada telepon dari kelas kecantikan itu. Nikmati saja.”, kata si pirang.Dan tangan kanannya lalu memainkan itilku, dan tangan kirinya




















