Sekarang dia sudah berangkat lagi. Hah… hah…” bocah itu langsung terengah-engah saat aku melepaskan bibirnya. Bokepindo ”Hah, jadi nggak nge-sex?” Sita terdengar kebingungan. Kayak baru pertama kali melihat kontol aja, hehehe…” Sita dengan santainya mengejekku sambil menutup pintu kamar.Wajahku semakin memerah mendengar kata-katanya. Jadi ini rahasianya selama ini…”Dan momennya sangat pas sekali.” tambah suamiku. Keduanya tampak begitu menikmati percumbuan itu seolah-olah di dalam kamar hanya ada mereka berdua, tanpa memperdulikan kehadiranku disana. “Ah, nggak ah.” aku masih tetap keberatan. ”Buka, Ma!” bisiknya. “Dari dulu usaha-usaha nggak ada hasilnya. “Wah, gawat kalau begitu.” Sita bergidik. Sudah ditunggu dari tadi.” lanjut anak itu dengan kepala tetap menunduk menekuri mesin motornya.Tante lagi! Dikecupnya sekali lagi bibir sang suami, sebelum beranjak turun dari ranjang dan kembali mendekatiku yang masih berdiri mematung dengan ekspresi penuh kehampaan.“Ayo dong!”



















