Akhirnya aku berkeputusan untuk menemui Pak Bardi langsung dengan alasan main catur. Bokepindoh Istriku akrab dengan Bu Lina, karena dia sering belajar masak dari Bu Lina. Leher dan telinganya menjadi sasaran ciumanku. “ Ok juga tuh mas , biar saya yang siapkan semua bahan-bahannya, nanti biar ibu-ibu yang belanja, “ kata Pak Bardi lalu masuk kedalam menemui istrinya. Aku tidak munafik sebagai laki-laki, Bu Lina adalah idamanku, sebagai variasi menu selain menu istriku. “ Terima kasih ya mas, kita memang sudah seperti saudara,” katanya dengan mata agak berkaca-kaca. Mungkin dipikirannya dia malu, karena soal keinginannya main denganku. Sebab selama ini mereka berpikir keras bagaimana menyampaikan ke aku.“ Belum ada skenario selanjutnya, ntar deh mama ngomong dulu ke Bu Lina, “ kata istriku. Aku berusaha mencairkan suasana dengan langsung kupeluk Bu Lina.










