AAIIHH… OUUGGHH… NDREEWW… MBAK KELUAARR… AAHHSSHH…”Mbak Aufa menjerit dan mengerang seiring dengan puncak kenikmatan yg telah diraihnya. Bokepindo Akhirnya kuputuskan untuk menelepon Mas Aris, sepupuku.Kami pun bercanda ria, karena lama sekali kami tidak kontak. Tapi entah mengapa aku mengiyakan saja permintaannya, karena kupikir-pikir sekalian silaturahmi. Rupanya Mbak Aufa sedang baca novel sambil tiduran. Di dalam kamar aku bener-bener gelisah.. Mmmffhh.. Itu namanya pelecehan. Hatiku tambah berdebar, nafasku mulai memburu.. Kadang di ‘Manhattan’, kadang di ‘White House’, dan selanjutnya, benar-benar malam untuk menumpahkan “beban”. mm.. Jadi tidak beda jauh amat dengan mereka.Apalagi kata Mbak Aufa, aku sudah lama sekali tidak berkunjung ke rumahnya. Aku suka sekali dengan cairannya.“Itilnya.. kenapa”, sahutku bertanya. Akhirnya sampai juga kami di Bekasi, dan aku bersyukur karena siksaanku berakhir. Mbak Aufa ternyata memakai CD mini warna merah..




















