Maka kutarik lengannya sambil berkata,
“Duduk lagilah di sini. Bokep Coba jujur aja, ada apa ? Saking asyiknya memandang bayanganku di cermin besar itu hingga tidak terdengar bunyi langkah Prima memasuki kamarku. Tidak sedikit juga pohon buah-buahan di belakang rumah, yang wajib dirawat tiap hari. Tanaman hias apalagi, wajib diperperbuat dengan rajin serta cermat. Yang jelas, ketika kami sama- sama tiduran dengan posisi miring dan berhadapan muka, kulihat senyum Prima sudah tersungging lagi di mulutnya. Dan masuk ke dalam kamarku, dengan perasaan bercampur aduk. Serta perkawinanku dengannya terasa sebagai perkawinan yang normal. Dan mungkin sikapnya malah akan lebih murung lagi besok.“Sebentar,” kataku sambil menepiskan mulut dan tangan Prima dari payudaraku. Meski belum punya anak, aku merasa bahagia mendengar Prima serta Nanda terbuktigilku Bunda.




















