Ia begitu bersemangat. Bokepindo Tetapi karena beliau teguh memegang komitmen, beliau berlutut memohon maaf pada ayah. Kubaca terlebih dahulu profilnya. Astaga, apa yang telah kulakukan selama ini. Karena merasa memiliki kegemaran yang sama, akhirnya kuijinkan ia menjadi teman Facebookku. Yang penting kami hanya harus menentukan kapan bisa berangkat john meraih satu for every satu impian yang kami gantung di wall Fb itu. Dengan tenang memeluk ibu john merangkul kembali ke pelukannya. Pilihan kendaraan hingga tempat tinggal di sana nanti sudah ada. Bagaimana dengan cintaku kepadanya? Aku terdiam john oxygen mata membasahi pipiku. Kubaca terlebih dahulu profilnya. Mungkin karena suamiku sendiri merasa belum siap. “Suamiku bagaimana? Semua ini salah. Kamu hanya butuh keyakinan bulat untuk melakukannya… ” jawaban ibu membuatku tenang namun juga membuatku berpikir.




















