“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Lidya. Padahal aku sudaH punya mobil. Bokepindo Apalagi sampai jatuh cinta. Dua kakakku perempuan semuanya. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Sabar sekali dia menuntun jari-jari tanganku untuk meremas dan memainkan bagian atas dadanya yg berwarna coklat kemerahan. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Dan aku selalu memanggilnya Tante Amanda.“Bagus sekali anjingnya..”, piji Tante Amanda. Namun memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. Memandangi Lidya yg sudah rapi berpakaian. Sedangkan Lidya malah menggenggam dan meremas-remas, membuatku mendesis dan merintih dgn berbagai macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Di kampus, sebenarnya ada seorang perempuan yg perhatiannya padaku begitu besar sekali.




















