Pak Dadi meninggalkan Nanang, sedangkan Nanang ditemani oleh Bi Enung menuju ruang tengah. Bokepindo Pikiran Nanang meliuk-liuk membayangkan seandainya ia mampu meraba susu itu tentunya sangat nikmat dan sangat hangat.Ketegangan Nanang semakin menjadi ketika batang kemaluannya yang tanpa celana dalam itu tersentuh oleh pinggul Diah yang berteriak karena masih ada PR-nya yang belum terisi. Memang di lantai dua itu ada empat kamar dan tiap kamar terdapat kamar mandi. Tangan kanannya memeluk istrinya yang bermana Astri.Sedangkan tangan kirinya menempel sebatang rokok. Sambil terus berusaha menahan gejolaknya antara menyetubuhi tantenya atau tidak. Ditambah lagi dengan postur badan Nanang yang atletis dan wajah yang gagah membuat para karyawati semakin banyak yang tersenyum bila melewati Nanang dan Pak Dadi yang sedang asyik ngobrol.Mereka tersenyum ketika bertatap wajah dengan Nanang dan ia segaja duduk di lobby depan,




















