Setengah sadar kutarik nafas dan bergerak menghindar dan berusaha keluar ruang guru dengan tubuh terasa melayang tanpa menoleh memperhatikannya lagi. Bokep Dia semakin erat saja memelukku pada posisi berbantal di pahaku dengan wajah dibenamkan dekat selangkangan. Ah semoga tidak melihat. Dan dimana ada aku, di situ Mbak Is selalu ada. Apalagi bila dia menatapku dengan pertannyaan, “Sudah mengerti..?” dengan sedikit mendenguskan nafasnya ke arah dadaku.Terasa hangat. Aku takut batang kemaluanku akan bergerak-gerak lagi. Aku diam dan sedikit mengeluh, dia pun begitu. Kuremas habis payudaranya yang kenyal, kupelintir putingnya yang kecil dan lancip. Sudah kamu main gitar sambil kita sama-sama nyanyi lagu daerah…” katanya sambil menyorongkan gitar di depanku dan menyenggol adik kecilku.Teman-teman satu kelas pada tertawa riuh.




















