Aq masih penasaran, ia seperti tanpa ekspresi. Bokep Makin lama makin jelas. Ah. Matanya dikerlingkan, bersamaan masuknya mobil lain di belakang angkot. Ke bawah lagi: Turun. Aq dipermainkan seperti anak bayi.Selesai dipijat ia tdk meninggalkan aq. Wanita setengah baya itu merenggangkan bibirnya, ia terengah-engah, ia menikmati dengan mata terpejam.“Mbak Iin telepon..,” suara wanita muda dari ruang sebelah menyalak, seperti bel dalam pertarungan tinju.Mbak Iin merapihkan pakaiannya lalu pergi menjawab telepon.“Ngapaian sih di situ..?” katanya lagi seperti iri pada Iin.Aq mengambil pakaianku. Aq menanti dengan debaran jantung yg membuncah-buncah. Kalau potong rambut ya masuk ke tukang pangkas di pasar. Kali ini dengan telapak tangan.




















