Nani masih saja tertunduk sambil menangis, kedua tangannya diletakkan diatas pahanya. Bokepindo Sejenak berhenti, kemudian maju dan mundur secara berirama warno menggenjot Nani. Sementara Nani tersenyum sambil memegang kedua payudaranya menyuguhkan kepada warno seakan menantang.Sejak kejadian itu mereka, beberapa kali kembali mengulanginya setiap ada kesempatan, kadang di petakan Nani, kadang ditempat warno, bahkan mereka pernah melakukannya di rel kereta api belakang pasar tengan tetap berpakaian.Pernah suatu ketika hasrat Nani begitu menggebu, kebetulan pasar sudah mulai sepi karena sudah jam 1 dini hari, ia mengirim pesan pendek kepada warno untuk segera menjumpainya ditempat ”biasa Bagiamana budenya mengajarnya setiap malam, bagaiamana budenya menemani saat ia makan, semua kembali terbayang. Beberapa lama aksi ini mereka lakukan, hingga akhirnya terdengar suara Nani“mas…mas…mas warno sekarang, aku nggak tahan”.




















