Yang berikutnya kutahu namanya ialah Qiu Qiu. Dalam perjalanan aku pun beranggapan untuk mengajaknya ke rumahku.“Gimana bila mampir ke rumahku?” tanyaku. Bokepindo “terserah” jawab Qiu Kiu singkat.Aku juga tak menjawabnya lagi. Di saat mendekap Qiu Qiu, aku kembali menikmati adanya benda kenyal yang menempel ke dadaku. Yang terdapat dipikiranku hanyalah kejadian yang baru saja kualami pagi tadi saat mengikutsertakan Qiu Qiu. Dengan perlahan kami berjabat tangan dan saling bertukar nama dihadapan guru kami. Aku juga menyapanya dengan basa basi alakadarnya saja. Semua tersebut Qiu Qiu terima dengan senyuman. Setelah melewati serangkaian proses adaptasi yang memakan waktu tidak cukup lebih 3 bulan, barulah aku dapat mencampur dengan seluruh orang.Karena memang pada dasarnya keterampilan komunikasiku yang di atas rata-rata memudahkanku untuk dapat berinteraksi dengan siapa saja.




















