Jawabku lagi.Sekali lagi dia terdiam. Ntar sore aku ke rumahmu!” akhirnya dia menyetujuinya.Rumahku sore itu sepi, orang tuaku sore hari itu sedang ke Surabaya naik kereta api, itulah sebabnya mengapa ia kusuruh datang sore itu, sedang kedua pembantuku pasti tidaak berani mengusikku, lagi pula sore begini kalau kebetulan orang tuaku tidak ada, mereka suka ke rumah tetangga, pacaran dengan pembantu tetangga. Bokep Makin menimbulkan gejolak di hatiku.Maka kurangkul dia dengan tangan kiriku, kubelai rambutnya yang masih sedikit basah.“Sita.. KaSitan baru boleh menjamah tubuhnya jika Sita melanggar apa yang kuperintahkan padanya, kaSitan mengerti!!”, Tanyaku sedikit keras, untuk kembali menunjukan pada mereka siapa yang berkuasa di situ.“Baik Mas”.




















