Bukan menghujat. “Mikha! Video bokep Tanpa kuduga ia mendorongku untuk bersandar ke bangku, dengan sigapnya tangannya membuka sabuk yang kupakai, lalu membuka zipper jins hitamku. Aku maklum, karena tahu latar belakang pemimpin yang mereka maksudkan itu. Kami terkulai lemas berdua, sambil berpelukan. Macam-macam saja ulah mereka, maklumlah sudah saat kampanye terakhir buat partai-partai di Jakarta ini. Dengan korban beberapa orang tentu saja. Mana lagi pantai di Jakarta ini. Biarinlah. Tubuh kami berkeringat dengan sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu. “Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”. Aku maklum, karena tahu latar belakang pemimpin yang mereka maksudkan itu. Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol.




















