Lama baru terdengar jawaban,“ Waalaikumsalam ”, sahut Mba’ Erna dari dalam kamar itu.Tidak kama pintunya-pun terbuka, kulihat Mba’ Erna melongokkan kepalanya yang berjilbab itudari celah pintu,“ Ada apa ya ? Apalagi saya punya kenalan yang bekerja di perusahaan, namanya Idris. Bokepindoh Saya hanya tersenyum, berarti selangkah lagi keinginanku tercapai. Saat itu saya memang berusaha membimbing Mba’ Erna agar klimaks untuk kedua kalinya. Sayapun pergi ke ka-marku, riang karena sebentar lagi adikku akan bersarang dan menemukan pasangannya.Hari ini rabu, Mas Andy sudah berangkat dan meninggalkan Mba’ Erna sendirian dikamarnya. ”, tanya saya lembut penuh sesal.Dengan masih terisak karena menangis, Mba’ Erna menjawab,“ Nggak kog Wan, kamu justru telah membuat Mba’ bahagia, sebelumnya Mba’ belum pernah merasakan kebahagian seperti bersama suami Mba’”, ucapnya.Kami berdua tersenyum, ke-mudian pelan saya baringkan Mba’ Erna.










