Tutik kupeluk, kusayang, akhirnya Tutik mengalah memberikan rekamannya.Tutik yang marah akhirnya bisaku redahkan kemarahannya. Bokepindoh ” Jawab Tutik “bang kalau masih ada kerjaan yang lebih hina dari sini akan kurjakan walaupun itu pahit. Penulis yang masih terus penasaran melihat tindakan gadis tersebut. Tapi aku ingin mengangkat kisahnya untuk membantu sakit hati Tutik yang selama ini dipendam seperti bara yang sangat merah dan panas. Bahkan dia mengatakan “abang puas ya menanyai Tutik hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk Tutik, berarti abang ikut donk menghancurkan Tutik dan mempermalukan Tutik di muka umum”.Aku berusaha meyakininya dengan rasa sayang, kukecup pipinya yang menandakan aku bukan untuk mempermalukannya. Hujan grimis masih membasahi jalan raya, cuacapun semakin dingin, pengunjung café sudah kosong, tinggal kami berdua dan dua orang pelayan café, saat itu jam 1.30 Wibb.




















