Tak jarang sambil menunggu teman-temannya, Fitria menemaniku di ruang kerjaku ketika aku menyelesaikan tugas-tugas di komputer. “Awas ya… kutunggu komentarmu..”
Keesokkan harinya, setelah jam pulang dengan tergesa-gesa Fitria menghampiriku seperti ada sesuatu yang ia tahan-tahan ingin segera ia tumpahkan padaku
“Wan…, bener katamu. Bokep dan tak pantas. Hanya bedanya kontraksi yang kurasakan jauh lebih nikmat dan lama. tapi … sangat enakkkkkhhh … ouhhhh” Kataku terbata-bata. Akupun turut membaca cerita yang tertera di monitor
Kebetulan cerita tersebut menceritakan kisah perselingkuhan yang kondisinya mirip dengan kondisi kami saat itu sehingga nampaknya Fitria sudah mulai terangsang. Hal ini dapat kurasakan pegangan ke tanganku yang kurasa lain seperti mengelus-ngelus, kemudian kudengar deru napasnya yang terasa berat serta badannya sudah mulai berkeringat. Bulan-bulan pertama Fitria bekerja dia masih menggunakan kendaraan umum baik itu mikrolet ataupun bus untuk pulang pergi Bandung-Sumedang,




















