Kami melupakan status bawahan dan atasan. Payudaraku yang montok dan berisi selalu jadi bahan tontonan para pria dikantorku, tak jarang para pria selalu melirik kepayudaraku. Bokepindo Arif yang nampak sudah bernafsu kepadaku, tanpa menjawab dia langsung saja menarik tubuhku sehingga aku duduk dipangkuanya. Arif yang tadinya diam, melihat perlakuanku yang seperti itu diapun langsung membalas ciumanku dengan lembutnya. Aku terpeleset,
“ Aaaaaaaaa…, ” teriaku. Selain kagum dengan kegantenganya aku juga kagum dengan keperkasaannay dalam berhubungan sex. Tak jarang aku memberinya upah, bahkan aku pernah membelikan dia jam tangan dan sepatu. Entah mengapa aku bisa simpatik sekali denganya, yah mungkin saja karena dia santun atau jangan-jangan aku jatuh cinta denganya,hha. Mulai dari aku berikan uang, pakaian bahkan aku membelikanya mobil lambogini.




















