Sesekali setelah lidah hangatnya bermain lincah, dihisapnya batangku kuat-kuat, seolah dia ingin menyedot habis seluruh isinya.Sambil terus bermain-main dengannya, tangan Chintya meraih dua bantal disisi kiri tempat tidur, “diganjal bantal ya dim” katanya sambil menyusupkan dua bantal itu dibawah pantatku. *** “blok C3 nomer 21”, begitu aku membaca kembali sms yang berisi alamat Bu Chintya. Bokepindo Jantungku berdegup sangat kencang, darahku seakan mengalir sangat deras kearah kepala. Dan akhirnya aku hanya bisa terheran-heran sambil berusaha melepaskan tali yang masih mengikat erat tanganku. Namun aku tetap mengerti apa yang dimaksud dan segera berbaring sambil tetap menyaksikan tayangan TV yang tergantung didepan Bu Chintya.kemudian, nampak acara TV yang kusaksikan dengan canggung itu hampir selesai, dan tiba-tiba suara Bu Chintya kembali memecah kecanggunganku “lampu besar saya matikan saja ya dim, saya tidak bisa tidur kalau











