Dengan wajah masih menunjukkan kekikukan, cemas dan khawatir ia menggandeng gadis muda disebelahnya masuk ke dalam lift.Cinta menghembuskan nafas lega. Bokepindo Cinta tersentak. Sejenak Cinta berpikir. Diciumnya bibir Om Rudi cukup lama, kemudian diakhiri dengan sapuan lidah. Dengan uang sebanyak itu untuk sementara Cinta dapat melupakan pertemuannya dengan Om Ridwan. “Gimana sudah dicoba semua fiturnya?”. IPK-nya disetiap semester hampir tak pernah dibawah 3,0. Cinta tahu benar kalau posisi kakinya saat ini membuat apa yang seharusnya tidak terlihat, menjadi terlihat.Lirikan Cinta berubah menjadi tatapan tepat saat laki-laki itu mengalihkan arah pandangannya. Diapitkan kembali kedua pahanya, lalu gadis cantik itu berdiri. “Sebutin saja harganya…”.“Cinta gak mau nerima uang Om”. Cinta tersentak. Tidak ada bra ataupun celana dalam yang menghalanginya.




















