dengan bulu halus menghiasi atasnya… Kujilati dan kuhisap klitoritsnya …. Bokepindoh Aku mengeluarkan satu ampule deazepamp dan spetnya sedangkan bambang dengan senyum ramah berusaha mendekati Shasya yang dari tadi terus memeluk bantal sambil memanggil nama andi…Dengan cepat bambang menindih tubuh Shasya dan menarik tangan kanannya ke sisi untuk memberikan ruang bagiku untuk menyuntikkan obat penenang ke nadi Shasya. Kuambil posisi sejajar dengan Shasya dan dengan perlahan kudorong masuk kepala penis ke dalam vagina Shasya. Dalam perjalanan sesekali aku harus mengontrol kondisi Shasya karena khawatir kalau pengaruh obat penenang itu pudar walaupun sebenarnya sudah kupersiapkan untuk lima jam perjalanan. Apa yang harus ku perbuat dengan orang orang yang menderita gangguan jiwa disana, bisa bisa aku malah ikutan jadi gila.




















