Bahkan ketika bibir tebalnya mulai melumat kupingku aku sempat tersentak dan perlahan-lahan terjaga dari tidurku. Bokepindoh Aku mendorong tubuh Pak Aris kuat-kuat sehingga dia terjengkang ke belakang.Segera aku menutupi tubuhku yang ternyata juga nyaris telanjang dengan selimut.Tenang, Lis! Kembali Pak Aris mencoba merengkuh tubuhku. aku jadi ngomong tak karuan.Ayo, Lis!Goyangkan juga pan..tatmu! Namun dengan sigap, Pak Aris segera menangkap tubuhku, mengangkatnya lalu membopongku ke atas ranjang.Sesaat terlintas di wajah Pak Aris sebuah senyum kemenangan. Semakin kuat aku meronta, semakin kuat cengkeraman Pak Aris di Tubuhku.Tolong, Pak! Kedua tangannya mencengkeram kuat lenganku ke atas tembok, sedangkan kedua kakinya mengunci kakiku sehingga aku sulit untuk bergerak.Aku mencoba untuk meronta sekuat tenaga.




















