Cerita Sex – Terharu aku mendengar semua penjelasan dari Ananda yang ternyata selama ini dia bersimpati terhadap diriku. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Bokepindoh Ananda datang bersama kedua orang tuanya untuk menikmati makam malam di salah satu cafe yang cukup terkenal di kota itu. Setelah kepergian Papa dan Mamanya, kembali kita melanjuntukan obrolan yang tertunda sesaat. “Makasih pa, Ma..” teriaknya sambil mencium pipi Papa dan Mamanya. “Diet kenapa diam?” tanya Ananda membuyarkan lamunanku. Sejujurnya aku memang mengagumi pesona Ananda yang kayaknya bakal jadi bunga kampus nantinya. “Sudah malam nih, ntar Papa dan Mama kamu gelisah menunggumu” terangku lagi. “Maaf.. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. Setelah melewati moment sesaat yang merupakan kejutan dariku.




















