“Jangan…tolong…jangan…saya bisa beri kalian apapun, tapi tolong…jangan perkosa saya…” Maudy coba berbicara lagi, sementara lelaki di kirinya mulai meremas-remas payudaranya. Bokepindoh Isak Maudy makin keras terdengar.15 menit telah berlalu, tetapi lelaki itu seperti kelaparan, tak juga henti melahap vaginanya. Perlahan, tanpa bisa dikendalikannya, kedua putingnya mulai mengeras dan Maudy mengerang lemah. Tapi tak urung ia merintih dan menggeliat ketika merasakan ujung belati menelusuri bagian dalam pahanya yang mulus, terus naik, lalu menelusuri tepian celana dalam putihnya.“Udah Brur, cepet copot tuh celana, gue udah nggak tahan pengen lihat memiaw cewek ngetop ini,” kata lelaki satunya, kedua tangannya terus asyik menekan-nekan bagian samping payudara Maudy.




















