Hari ini hari Jumat, besok kami berdua libur, aku menyiapkan strategiku untuk mendorong dia mau mengemeliku. “sorry bang, tadi Sintia nggak sempet masak, kita pesen makanan delivery aja yah” jawabku. Bokepindoh “sorry, speechless aja aku, gede amir, seumur-umur baru pernah liat yang ginian selain ibuku punya, eh besar lagi. Kami langsung tertidur karena ternyata menjalani resepsi tu sangat melelahkan, walaupun cuma senyum dan salaman.Ketika paginya aku bangun, dia gak da disebelahku, aku memang bobo duluan semalem. Lumayan gunung es nurut juga ma aku, selangkah lebi maju lagi.Setelah tv dimatikan, dia kembali ke kamar. “sakit?”, tanyanya pelan. “aku becanda kok” “beneran juga nggak apa-apa. bang..” Sementara mulutnya, lidahnya terbenam di antara bibir vegiku yang sudah basah dengan keluarnya cairan bening dengan aroma yang khas, agak asin dan kental.Dia mengisap serta menelannya.




















