Ucapan terakhir Om Ridwan membuatnya sedikit ragu. Beberapa menit menunggu akhirnya ponsel yang dipegangnya berbunyi. Bokepindo “Iya, sorry musti buru-buru”. Menurut informasi dari ‘klien’ langganan Cinta yang memperkenalkan mereka, Om Rudi ini adalah seorang pengacara. “Oke kalo gitu kita ketemu di mall *** aja gimana?”. Cinta hanya mengangguk. “Oh tidak, tentu saja tidak”, Om Ridwan langsung menanggapi. Bayangan kejadian di hotel mendadak muncul dikepalanya. Keduanya saling memandang. Tarif tinggi yang dipasang Cinta adalah filter, sehingga tubuhnya tidak sembarangan dijamah oleh laki-laki hidung belang dibawah standar. Dengan demikian hubungan gelap yang mungkin akan terjadi diantara mereka bisa dihindari. “Ayo dong, mana ciumnya”, nada suara Om Ridwan terdengar memelas.




















