Sory yah kalo jelek kan baru kali ini”Aku mengamat-amati gambar itu sejenak, harus kuakui hasilnya lumayan, walaupun mukaku terlihat lebih lebar di gambar itu, namun secara keseluruhan sudah ok.Aku tahu dia terus memandangi tubuh polosku sejak tadi, tapi kubiarkan saja dia menikmatinya sambil aku melihat gambarnya.“Hhmm.. Video bokep Terus!!” desahku sesekali menggigit bibir bawah.Lagi enak-enaknya terbuai tiba-tiba HP-ku berbunyi, sehingga Felix berhenti sejenak melihat asal suara.“HP lu tuh Ci, mau diangkat?” tanyanya.“Udah ah biarin aja.. Kalo penting..?” tanyanya lagi.“Cerewet, ayo terusin lagi, bukan urusan lu!” bentakku membenamkan lagi wajahnya ke dadaku.Kamipun kembali berpacu dalam nafsu, ringtone HP-ku terus berbunyi sampai berhenti beberapa saat kemudian. Aku melepaskan kacamatanya lalu menaruhnya di meja kecil sebelah ranjang. Dia kini lebih ahli melakukan tugasnya, hisapannya pada payudaraku semakin mantap, pipinya sampai kempot menghisapnya.Tangannya pada vaginaku bukan cuma




















