Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. Akhirnya kepala burungku berhasil menembus lubang kenikmatan itu.Kuteruskan permainanku dengan mengeluarkan dan memasukkan lagi kepala burungku. Bokepindo Sedangkan aku belum apa-apa. Kini tamuku tampaknya sudah menguasai keadaan, ia dengan leluasa mengintip kami dari lensa kamera dari segala sudut. Selang berapa lama kedua tangannya lekat mencengkram punggungku, kakinya ikut menjepit kedua kakiku. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang. Kini dia mulai menimpali walau agak malu-malu. “Nih kamu pakai kimono satunya”, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. “Eeehhh…” desahnya. Ia mendesah, “Eeehhh..”Tatkala kukulum puting susunya, badannya refleks bergerak-gerak, desahnya pun semakin jelas terdengar. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang




















