Pandanganku tertumpu pada pistol yang menggantung di pinggang tersebut.Perasaan takut sudah menguasai diriku. Bokepindo Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang memenuhi pikiranku (mungkin tak beda jauh dengan benak Sherly).Baru saja aku ingin membuka mulut untuk menanyakan permasalahannya, si Kumis mengatakan sesuatu yang tak jelas. Aku merasa cemas akan semua ini. Dimulai dari atas dan bergerak ke bawah. Koper kami dilemparkan dengan kasar ke atas meja di pinggir. Matanya menatap tajam Sherly. Si Kumis berjalan perlahan menghampiriku lalu bergerak ke arah Sherly. tanyanya dengan logat yang sulit dimengerti.Sherly menjawab gugup, Coffee. Namun si Kumis membentak, yang kuduga isinya (jika diterjemahkan):Jangan macam-macam!




















