Di kursi paling ujung dari tempat Artika berdiri terlihat
Wewengko duduk sambil makan sesuatu. Bokepindoh Artika sudah mulai terbiasa
menerima sodokan penis Wewengko di kemaluannya. Kini di atas
ranjang dua tubuh telanjang berlainan jenis telah siap melakukan
persetubuhan. Sesaat kemudian Wewengko datang memasuki kamar
membawa makanan dan minuman. Artika menggeleng melihat cawan yang
penuh berisi cairan sperma kental dan menjijikkan itu, tapi mereka
memaksa Artika meminum sperma dalam cawan itu sampai habis.Belum cukup sampai di situ seorang anggota OPM yang membawa cangkir
berisi sperma menuangkan sperma itu ke rambut Artika dan mengeramasi
rambut Artika dengan sperma. “Saya
hanya mau menyuruhmu mandi biar bersih..” katanya. Artika hanya bisa pasrah dan menangis.




















