Dua-duanya terlalu capek untuk ngobrol ataupun merasa bersalah. Bokepindo Bram memutar tubuh sambil menarik Tia sehingga sekarang Tia membelakangi sofa. Tangannya dingin. Hayo ngaku. “Tapi daripada kamu gak mau berhenti jajan…”Sudah waktunya, pikir Tia. Dia sudah tidak merasa jadi diri sendiri sejak pertama kali Citra selesai mempermak habis penampilannya dan dia melihat sendiri mukanya di cermin. Maksudnya apa itu? Sekarang dia membayangkan sendiri andai dia tadi kepergok. Tia melihat Citra seperti berpikir sambil merokok, lalu membetulkan tali sackdressnya yang melorot dari bahu. Tia punya banyak waktu luang dan bisa bekerja di rumah, sedangkan Bram banyak bepergian keliling kota dan kadang-kadang ke daerah. Tia yang sederhana dan terkesan baik-baik sedang tidak hadir. Dia cuma bisa menjawab pelan-pelan.“Bukan… bukan gitu… tapi kamu… Aku… nggak…”Tia tambah sewot.




















