Dan saat kombinasi olahan bibir dan lidah dipadukan dgn bukan lagi sentuhan tetapi remasan pada kemaluanku, desahanku berganti dgn rintihan yg penuh derita nikmat birahi.Dani tiba-tiba mrenggut sumpal mulutku.Dia begitu yakin bahwa aku telah tertelan dalam syahwatku.“Ayolah, sayang.. Plak… Dani menampar pantatku “Hahaha pantat ini dah dianal sama siapa ja haah..plak..plak..ayo bilang” Dani mulai kembali menghinaku dgn kata-katanya“ooggghh, ampuun Dani, aahh,, anusku baru sama suami saya saja,, oouuwwggghhh” lenguh ku saat Dani berkali-kali menampar pantatku.“Aaahh” aku mendesis merasakan kenikmatan saat dia melakukannya. Bokepindoh auh… aku gak tahan…..siksa aku lecehkan aku..aah.. “Ayoo minum .. Namun Dani bukannya berhenti malah dia semakin mengencingi aku dgn air seninya.“Gimana bukannya Kamu suka dikencingin seperti ini haaah” Aku yg memang sudah tdk bisa lagi menaha diri langsung membuka mulutnya dan meminum kecing yg jatuh.Aku mulai mendesah seperti




















